MENU

Utamakan Keselamatan, Guru-guru Indonesia di Sabah Dinasehati Agar Hindari Tempat Rawan

Semua warga negara Indonesia yang bekerja di wilayah sekitar perbatasan Sabah dengan Filipina Selatan, terutama para ABK/nelayan dinasehati agar menghindari wilayah yang rawan penculikan, terlebih diwaktu malam hari. Nasehat itu disampaikan oleh Konjen RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan pada saat memberikan pengarahan kepada 115 orang guru-guru yang baru tiba di Sabah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirim 115 orang guru baru ke Malaysia, yang akan bertugas mengajar dan mendidik anak-anak WNI/TKI di Sabah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, telah melepas para guru tersebut, di Jakarta, dan kemudian diserahterimakan Dari Direktur Bina Guru Menengah, Anas Adam kepada 3 Perwakilan Indonesia dari 3 negeri di Malaysia, yaitu Konjen Kota Kinabalu/Konsulat Tawau, Konjen Johor Baru dan Konjen Kuching. Para guru tersebut akan ditempatkan di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu/Pusat Pembelajaran Komunitas (CLC) dan di Pusat Belajar Humana. Para guru merupakan guru tahap 7 yang akan bertugas sesuai kontrak selama 2 tahun. Acara serah terima para guru secara sederhana dilaksanakan di Hotel Promenade, Tawau dengan dihadiri oleh Konjen RI Kota Kinabalu, Konjen RI Johor Baru, Act Konsul Tawau, Direktur Bina Guru Menengah dan Direktur P4TK, Atdikbud Kuala Lumpur, Ketua Jabatan Pendidikan Negeri Sabah, Ketua Sekretariat Humana, Koordinator Pensosbud KJRI KK dan Kepala Sekolah SIKK. Dengan guru yang dikirim dari tahap 7 di atas maka jumlah guru yang ada saat ini adalah sebagai berikut: Guru P2TK 327 orang, Guru Lokal WNI 202 orang, Guru Lokal WNA 217 orang, total 746 orang guru. Seluruh guru ini melayani siswa SIKK dan CLC berjumlah total 13.767 siswa dan sekitar 10.000 siswa Humana, sehingga total berhasil dilayani 23.767 siswa. Seluruh guru dan siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SIKK, CLC SD 90 buah, CLC SMP Induk 47 buah, dan TKB berjumlah 108 buah sehingga total jumlah SD, SMP dan SMA sebanyak 245 buah PKBM. Pada saat memberikan pengarahan, masing-masing Atdikbud, Act Konsul Tawau, Direktur P4TK, Direktur Bina Guru Menengah, Konjen RI Kota Kinabalu dan Konjen RI Johor Baru secara berturut-turut memberikan nasehat. Pada intinya adalah agar para guru mengutamakan keselamatan diri, terutama bagi yang bertugas di sekitar perairan perbatasan Sabah Filipina Selatan yang sedang rawan penculikan. Para guru juga dihimbau agar mematuhi hukum yang berlaku dan kebiasaan atau adat setempat. ” Anda semua adalah para guru yang baru telah terpilih dari ratusan pelamar dalam sebuah seleksi yang panjang. Oleh karenanya tugas untuk membuat siswa didik menjadi orang-orang lebih pandai dan berjiwa nasionalis Indonesia pasti akan berhasil,” demikian sebagian arahan yang disampaikan dalam­­ acara serah terima di atas.

KOMENTAR