MENU

Selepas Tugas 5 Tahun Guru-guru Non PNS Ex Sabah Bingung Cari Kerja Lagi

Kepala Sekolah SIKK, Istiqlal Makrip telah mengantar 24 orang guru untuk sowan pamitan setelah selesai masa tugasnya mengajar selama 5 tahun di Sabah. Guru-guru itu diberangkatkan oleh Kemdiknas P2TK pada tanggal 30 September 2011 dan merupakan para guru tahap pertama yang semula berjumlah 50 orang yang dikirimkan ke Sabah. Seorang dari guru, Sdr Ricky menceritakan pengalamannya ketika dalam proses keberangkatan dulu; bahwa dirinya bersama para guru lainnya mendapatkan pembekalan dalam sebuah hotel di Jakarta pada tanggal 28 – 30 Oktober 2011, selanjutnya diterbangkan ke negeri Sabah melalui Tawau Internasional Airport dengan transit di Kuala Lumpur. Para guru tersebut kemudian dikirim ke tempat bertugas melayani anak-anak didik yang tersebar di seluruh pelosok negeri Sabah, terutamanya di hutan/ladang sawit. Kontrak kerja antara guru tersebut dengan Kemdiknas adalah 2 tahun, tetapi 24 orang guru diperpanjang 2 kali sehingga dapat mengabdi selama 5 tahun. Selanjutnya Sdr Ricky menceritakan bahwa selama masa kontrak itu 2 orang guru seangkatannya telah mendahului dipanggil kembali kepangkuan Rahmat Allah SWT yaitu Alm. Werlent Tigor dan Alm. Ahmad Maulana. Kejadian meninggalnya kedua orang guru ini dijelaskan oleh Deni Mulyana seorang Guru lainnya bahwa karena sakit. Deni menceritakan mengenai medan mengajar di ladang sawit yang sangat memerlukan ketahanan fisik dan ekstra menjaga kesehatan. Dirinya bersama para guru lainnya sebenarnya tidak menyangka bahwa sekolah CLC tempatnya bertugas adalah di hutan sawit dengan fasilitas transportasi jalan yang mirip offroad dan signal telepon yang sangat kecil yang membuatnya harus naik ke bukit untuk sekedar bertelepon. Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Akhmad DH. Irfan didampingi PF Pensosbud, Sdr Cahyono Rustam dan Pegawai Penghubung Guru Sdr Heri Cahyadi dan Staf telah menerima kunjungan sowan dan pamitan para guru tersebut dikantornya di Jalan Kebahagiaan, Karamunsing Kota Kinabalu. Konjen Irfan menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi para guru yang telah bertugas memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak TKI di Sabah. Katanya : “Terima kasih atas pengabdian ibu dan bapak guru. Semoga dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat. Salam kepada keluarga masing-masing di tanah air yang pasti sudah kangen dan rindu”. Semua para guru yang selesai bertugas ini adalah guru non-PNS sehingga selepas mereka bertugas selama 5 tahun mereka harus mencari pekerjaan lagi di kampungnya masing-masing. Sesuai dengan data yang ada, para guru yang dikirimkan oleh Kemdiknas terbagi menjadi guru PNS dan guru non-PNS yang jumlahnya. Bagi guru yang PNS maka sepulangnya bertugas di Sabah mereka dapat kembali langsung ke sekolah tempat mengajarnya semula, tetapi bagi guru yang non-PNS mereka masih bingung mencari pekerjaan baru. Di Sabah terdapat anak-anak WNI/TKI yang jumlahnya diperkirakan 50 ribuan. Pemerintah Indonesia Cq. KJRI Kota Kinabalu dan Kemdikbud, telah memberikan layanan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan Universitas Terbuka (UT) melalui pendirian sebuah sekolah induk SIKK dan 217 buah CLC yang tersebar di seluruh Sabah.

KOMENTAR