MENU

IBU PERTIWI MEMANGGIL : SELEKSI BEASISWA REPATRIASI 2018

IBU PERTIWI MEMANGGIL : SELEKSI BEASISWA REPATRIASI 2018

Sabtu, 10 Maret 2018

Kota Kinabalu

Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) kembali menyelenggarakan seleksi Beasiswa Repatriasi 2018 dengan tema “Ibu Pertiwi Memanggil” bagi siswa-siswi SMP. Secara etimologi pengertian repatriasi bearti proses kembali seseorang "secara sukarela atau secara paksa" ke tempat asal atau kewarganegaraan semula. Berdasarkan pengertian ini, siswa SIKK dan Community Learning Centre (CLC) yang tersebar di walayah Sabah dan Sarawak mengkuti tes beasiswa untuk beberapa sekolah di Indonesia pada hari Sabtu dan Minggu 10-11 Maret 2018.

Pada kesempatan ini dihadiri oleh Konsul Jenderal KJRI, homestaf KJRI, beserta guru-guru SIKK. Dalam sambutannya Konsul Jenderal KJRI Kota Kinabalu, Bapak Krisna Djaelani, mengatakan “beasiswa merupakan kesempatan emas bagi siswa-siswi di Sabah dan Sarawak untuk kembali ke Indonesia, dimana program pemerintah ini memfasilitasi kesempatan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi untuk membangun negeri”.

Tes ini dilaksanakan karena kuota beasiswa terbatas sementara minat siswa dari tahun ke tahun terus meningkat. Adapun tujuan tes adalah mendapatkan siswa-siswi yang berkualitas baik pada aspek sikap, spiritual, pengetahuan dan prestasi serta menjembatani tujuan dan cita-cita anak-anak Indonesia di Sabah Malaysia. Peserta tes laki-laki adalah 51 orang dan perempuan sejumlah 90 orang. Jenis tes yang harus dilewati adalah tes TPA, Psikologi, Keagamaan dan Wawancara. Diketuai oleh Melly Saftriani, S.S, tes beasiswa tahun ini dilaksanakan dengan efektif dan efisien, dimana setiap tes didampingi oleh tim yang profesional dibidangnya dengan total seluruh panitia adalah 57 orang guru.

Tahun ini terdapat delapan sekolah yang menerima siswa-siswi penerima Beasiswa Repatriasi 2018. Sekolah tersebut adalah SMA Permata Insani-Jakarta, SMA Marsudirini-Muntilan, SMA Mutiara Islam-Cileungsi, SMK Islamic Village-Tanggerang, SMK Penerbangan Aerodirgantara-Tanggerang, SMK Negeri 1 Lembar-Lombok Barat, SMK Negeri 2 Simpang 4-Kalimantan Selatan, SMA Kristen 1 Surakarta-Solo. Kapasitas penerimaan siswa baru setiap sekolah berbeda sesuai dengan ketersediaan fasilitas belajar pada masing-masing sekolah.

Kesempatan mendapatkan pendidikan layak dan difasilitasi penuh oleh pemerintah dalam hal ini adalah Kemendikbud, tidak disia-siakan oleh guru-guru hebat SIKK, CLC Sabah dan Sarawak. Mereka bekerja keras membimbing generasi bangsa agar memperoleh beasiswa ini dan kembali ke Negeri Tercinta-Indonesia. Semoga generasi bangsa ini menjadi generasi unggul untuk Indonesia emas tahun 2045.

 

SIKK jaya!

SIKK Jaya!

Jaya!

Jaya!

Yes!

 

KOMENTAR