MENU

Kolaborasi SIKK dan CLC Raih Dua Emas Tiga Perak Dua Perunggu dalam IYSIE 2021

Kolaborasi SIKK dan CLC Raih Dua Emas Tiga Perak Dua Perunggu dalam IYSIE 2021

Kota Kinabalu, 01 November 2021 --- Tim Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia berhasil meraih dua emas tiga perak dua perunggu dalam ajang International Young Scientists Innovation Exhibition (IYSIE 2021) yang digelar untuk keempat kalinya. IYSIE 2021 berlangsung secara daring mulai pendaftaran bulan September s.d. Oktober 2021, yang diselenggarakan oleh Malaysia Young Scientists Organisation (MYSO), Kuala Lumpur. Pemenang diumumkan secara daring pada Minggu (31/10).

SIKK mengirimkan tujuh tim dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam IYSIE 2021 untuk kategori Conference Presentation sebanyak tiga tim dan Exhibition Presentation sebanyak empat tim. Program penelitian ini merupakan program kolaborasi antara Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) jenjang SMA dan Community Learning Center (CLC) jenjang SMP. Tiga terbaik pada Lomba Presentasi Hasil Eksperimen (PHE) APKRES dari CLC SMP Kota Kinabalu, CLC SMP FGV, dan CLC SMP Luang Manis menjadi delegasi perwakilan jenjang SMP yang dibimbing untuk mengikuti ajang internasional tersebut.

Untuk tim kategori Conference Presentation, Tim SIKK mengirimkan judul pertama Healthy Life with Keloevera Tea dengan peserta Stefanie Ann Paulos, Alya Prima, Lia Paulus, Rina Bonite, dan Melsih meraih medali emas. Judul kedua, GREEN as Model Urban Farming at School dengan peserta Janet Binti Tulak, Nur Alisya Putri, Ester Sarina, Hasbibiani Binti Hasbula, dan Azrina Aleeya Antasha meraih medali perunggu. Sedangkan judul ketiga, Automatic Voltaic Cell dengan peserta Syahla Intan Kemala, Nurul Samila, Agustinus, Maidatul Aidah, dan Stevan Pacoran meraih medali perunggu.

Pada kategori Exhibition Presentation, tim SIKK mengirimkan judul pertama Edible Cutlery from VOPs dengan peserta Rizky Amelia, Hasnia, Nurul Hidayah, Windy Astrianingsih, dan Lilis Safirah meraih medali emas. Judul kedua, Nakcielci Herbal Soap dengan peserta Nur Ain, Nurul Asmira, Nur Lisa, Ayu Saidatul Sazywani, Kasmir Rullah meraih medali perunggu. Untuk judul ketiga, Signal Booster dengan peserta Nurul Airin Saputri, Rapidah, Muhammad Azizul, Azrina, dan Indah Maulida meraih medali perunggu. Sedangkan judul keempat Healthy Life with Keloevera Tea dengan peserta Noviana Marthen Tanggu, Novania Marthen Tanggu, Rion Werang, Mohd Fasli Baktiar, dan Fabian Tolan Boro meraih medali perunggu.

Atase Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Atdikbudristek RI) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Maruf, menyampaikan apresiasi atas prestasi para siswa SIKK baik jenjang SMA maupun jenjang SMP yang diwakili oleh CLC SMP yang meraih banyak medali di IYSIE 2021 yang diselenggarakan oleh MYSO, Kuala Lumpur, Malaysia. “Kolaborasi antara SIKK sebagai sekolah induk dan CLC memang luar biasa, karena ini merupakan sekolah yang terintegrasi dan dapat menjuarai perlombaan diajang internasional. SIKK maupun CLC memiliki potensi besar untuk terus dilatih dan dikembangkan agar mampu bersaing di tingkat global. Upaya ini telah menjadikan SIKK serta CLC semakin dikenal di luar negeri, sekaligus membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional,” tutur Farid, usai pengumuman pemenang tersebut.

Kepala divisi prestasi, Endang Sari P. Nababan, mengaku para siswa berlatih sejak awal bulan September 2021. Selama kegiatan pembelajaran secara daring, tim tersebut didaftarkan dan dibimbing melalui divisi prestasi dan melaksanakan kegiatan penelitian di sekolah. Tahapan pembinaan dilakukan dimulai dari tahap persiapan, identifikasi alat dan bahan, ujicoba dan evaluasi hasil eksperimen. Persiapan selanjutnya adalah pendaftaran peserta, pengiriman proposal, pembuatan video kegiatan penelitian, dan latihan presentasi menggunakan Bahasa Inggris untuk menghadapi sesi presentasi langsung.,” ucap Nayudin.

Sementara itu, Kepala SIKK, Dadang Hermawan, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi kolaborasi ini. “Keberhasilan ini berkat kerja sama seluruh elemen SIKK dan CLC. Terdapat guru pembimbing dan supervisor, Bapak Nayudin Hanif, Bapak Taufan Bahtiar, Bapak Adi Tri Sutrisno, Ibu Endang Sari P. Nababan, Ibu Siska Budiarti, Ibu Hepy Widaryanti. Mereka membantu dalam pengurusan pendaftaran serta pengembangan program, tim kreatif, kemudian latihan presentasi dalam Bahasa Inggris,” ucap Dadang yang juga berencana menyiapkan tim lebih banyak lagi baik dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK termasuk CLC untuk bisa berpartisipasi dalam ajang sejenis tahun depan.

Salah satu peserta, Stefanie Ann Paulos, mengucapkan puji syukur, tim SIKK berhasil meraih banyak juara dalam ajang IYSIE 2021. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu/bapak guru serta semua tim SIKK dan CLC yang ikut membantu dalam lomba ini. Kesan pertama mengikuti lomba ini awalnya merasa gugup, sekaligus bersyukur, dan tidak mengharapkan kemenangan, hanya ingin berbagi pengalaman selama mengikut kegiatan IYSIE 2021. Namun, kami tidak menyangka akan mendapatkan bonus medali emas dari pengalaman ini. Kami bersyukur dengan semua proses yang kami jalani. Harapan kami semoga projek ini terus berkembang dan membawa berkah untuk semua orang. Nilai-nilai yang dapat kami sampaikan adalah kerjasama yang terpenting dalam sebuah lomba dan kejujuran yang utama dalam setiap perjuangan ungkap Stefanie selaku ketua tim Healthy Life with Keloevera Tea.

Sebagai informasi, IYSIE 2021 adalah kompetisi yang terbuka untuk umum, baik sekolah dasar, sekolah menengah, dan perguruan tinggi dengan rentang usia antara 6 – 25 tahun. Tujuan kompetisi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam kegiatan STEM yang mendorong pemecahan masalah, kreativitas dan keterampilan berpikir kritis di antara siswa serta menerapkan keterampilan digital dalam membangun Project Base Learning (PBL). Hal positif yang dapat diambil dari kompetisi ini adalah meningkatkan berbagi pengetahuan interdisipliner dan kolaborasi antara peserta didik di berbagai negara. Dapat memberikan pengalaman belajar yang mendorong peserta untuk menghargai berbagai perspektif budaya dan komunitas yang berbeda.

KOMENTAR