MENU

Kembali, SIKK Lakukan Pendampingan Bagi 160 CLC di Malaysia

Kembali, SIKK Lakukan Pendampingan Bagi 160 CLC di Malaysia

Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) merupakan lembaga pendidikan yang telah menyelenggarakan layanan pendidikan formal bagi anak-anak Indonesia di Kota Kinabalu sejak tahun 2008. Selain formal jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, serta SMK, SIKK juga merupakan sekolah induk bagi Community Learning Center (CLC) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Sabah dan Sarawak, Malaysia dengan rincian 115 CLC jenjang SD dan 45 CLC jenjang SMP.

Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap penyelenggaran pendidikan serta meningkatkan kualitas maupun layanan pendidikan di CLC. Tim guru SIKK bersama perwakilan RI di Kota Kinabalu, Tawau, dan Kuching turut terlibat langsung memantau 160 CLC guna memastikan kondisi terkini pembukaan sekolah pada masa pandemi Covid-19 fasa 4 mulai tanggal 12 hingga 14 November 2021 di wilayah Sabah dan mulai tanggal 26 hingga 28 November 2021 di wilayah Sarawak, Malaysia.

CLC merupakan komunitas belajar yang seluruh ketentuan pengelolaanya dibuat oleh Perwakilan RI, SIKK dan pihak syarikat bagi CLC ladang. Setiap CLC memiliki kelas jauh yang disebut Tempat Kegiatan Belajar (TKB), tiap CLC memiliki jumlah TKB yang variatif dari hanya 1 TKB sampai yang terbanyak adalah 13 lokasi yang tersebar dengan jarak antar CLC maupun  TKB dari yang terdekat sekitar 2 km hingga puluhan kilometer. Untuk itu, SIKK juga akan memantau pelaksanaan pengelolaan CLC bidang kurikulum, ke-CLC-an, sarana prasarana, keuangan, dan administrasi pada masa pandemi ini serta ingin mengetahui kendala dan perkembangan program pendidikan di CLC, baik jenjang SD maupun jenjang SMP di wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia. Oleh karena itu, pemerintah sangat terbuka jika ada guru dan pengelola CLC yang ingin memberikan masukan kepada pimpinan di SIKK maupun Kepala Perwakilan RI bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam melaksanakan program pendidikan di CLC.

Tim yang diturunkan dibekali dengan instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev) berbasis digital. Hal ini penting dalam proses pembinaan bagi CLC yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SIKK sebagai sekolah induk di wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia. Selain untuk tujuan besar kegiatan monev juga dilaksanakan untuk beberapa kegiatan insidental yang praktiknya memerlukan verifikasi langsung ke CLC dan tidak dapat diwakilkan oleh pengelola CLC. Kegiatan tersebut salah satunya untuk mengakomodir ketentuan dan perundang-undangan negara setempat dalam penyelenggaraan layanan pendidikan CLC di masa pandemi, dalam hal ini kesesuaian pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus juga mematuhi ketentuan yang dikeluarkan oleh Kerajaan Malaysia.  

Kepala sekolah, Bapak Dadang Hermawan, M.Ed., berharap dengan adanya laporan hasil monev dari Tim SIKK dan Perwakilan RI dapat memberikan informasi penting dan kendala-kendala yang dihadapi dalam memberikan layanan Pendidikan di CLC serta kesiapan pembukaan sekolah pada bulan November 2021 untuk penyelenggaraan pendidikan di CLC jenjang SD dan SMP di wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Beberapa rekomendasi hasil kegiatan monev tersebut adalah perlu adanya guru bina pengganti yang sudah banyak selesai kontrak sehingga kualitas Pendidikan lebih terkontrol, pelatihan untuk guru pamong jenjang SD perlu dilakukan agar kompetensi mereka dapat meingkat karena dampak pandemi memberikan permasalahan dan tantangan tersendiri dalam memberikan layanan Pendidikan seperti pelatihan untuk pembelajaran daring dan pembuatan bahan ajar atau tugas daring, pelatihan pelabelan barang inventaris dan mekanisme pencatatannya. Selain itu, masih banyak dari peserta didik yang tidak memiliki dokumen kelahiran sehingga perlu dilakukan pendataan, sosoialisasi, dan layanan oleh perwakilan pasca pemulihan fase 4 ini untuk melakukan kembali pembuatan surat bukti pencatatan kelahiran serta Kartu Keluarga yang kini alatnya rusak agar permasalahan dokumen tidak kembali menghambat administrasi Pendidikan. Sedangkan dalam pembelajaran daring, hampir semua CLC mengalami masalah yang sama yaitu masalah jaringan internet dan tingkat partisipasi peserta didik yang rendah selama pandemi Covid-19 ini sehingga beberapa CLC melakukan pembelajaran tatap muka terbatas di rumah guru atau keliling membagikan tugas dan mengambil Kembali hasilnya untuk di koreksi.

Sejauh ini secara keseluruhan, administrasi di CLC terkait pembelajaran, keuangan, inventaris sarana prasarana, dan administrasi lainnya sudah sangat baik hanya pelu pengarsipan, pengelompokkan dokumen, dan pelabelan dengan baik sehingga memudahkan dalam pengadministrasian di tahun-tahun berikutnya.

KOMENTAR